Dosa

Bagaimana seorang Kejawen melihat Dosa?
Dosa adalah sebuah rasa yang merupakan hasil dari perbuatan yang merugikan pihak lain (Orang Lain, Alam, Mahluk Halus, Sesepuh, dlsb)

Bagaimana kita bisa merasa berdosa?
Dalam Budi Jawi yang dipentingkan adalah Olah Roso, karena dari Olah Roso, maka kita tahu apakah sebuah perbuatan itu benar atau salah. Untuk memudahkan, Roso selalu dikembalikan kepada diri kita sendiri. Sebagai contoh, jika kita memukul orang lain, bagaimana kalau kita dipukul oleh orang lain? Rasa itu akan ada kesamaannya.

Apakah Dosa dicatat oleh Ghusti?
Ghusti tidak mencatat dosa kita. Yang mencatat adalah diri kita sendiri. Semua berpulang pada keiklasan kita masing-masing. Apakah kita dapat berbuat ikhlas dalam kondisi yang dibalik? Jawabannya ada di Olah Roso.

Apa itu Roso dalam Budi Jawi?
Roso merupakan sebuah atmosfir dalam diri seseorang yang diterjemahkan oleh hati, panca indra, dan pikiran kita sendiri.

Dapatkah Roso berbohong atau kita membohonginya?
Kalau kita menjalankan dengan baik dan ikhlas, serta menggunakan hati, panca indra dan pikiran kita sendiri, maka rasa itu tidak dapat berbohong atau dibohongi. Lebih dalam lagi, Saudara Papat adalah satu-satunya pendamping kita dalam hidup yang tidak pernah satu kali pun seumur hidup berbohong kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s